404 Not Found


nginx
Syawla Nurfauziyah, Santri Asal Riau Berhasil LULUS Seleksi ujian Tahfidz 30 Juz dengan Predikat "Mumtaz" - AlFurqon Tulis

Syawla Nurfauziyah, Santri Asal Riau Berhasil LULUS Seleksi ujian Tahfidz 30 Juz dengan Predikat “Mumtaz”

Kudus – Kamis (13/07), salah satu santri putri PP. Al-Furqon Tulis, Syawla Nurfauziyah (16) dari Kepulauan Riau melaksanakan ujian seleksi 30 juz, ia memulai membaca pada pukul 12.30 WIB dan berlangsung sampai pada hari Selasa (18/07) pukul 09.30 WIB dengan dinyatakan LULUS dengan kriteria Mumtaz.

Syawla sebutan panggilanya, ia memulai perjuangannya di PP. Al-Furqon Tulis kurang dari satu tahun yang lalu tepatnya September 2022. Sebelum di PP Al-Furqon Tulis ia telah menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz di rumahnya dan dibimbing langsung oleh ibundanya yang mana adalah seorang Mudzir dari PP. Tahfidz Baitul Qur’an Kepulauan Riau. Dan ia mengakui bahwa saat di sana ia hanya baru bisa di simak 10 juz. Oleh karena itu ia memilih untuk mondok agar bisa lebih fokus dalam melancarkan al-Qur’an.

“Sebelum kesini (PP. Al-Furqon Tulis) aku hanya bisa di simak 10 juz itupun karena persiapan MHQ tingkat Provinsi, jadinya juz-juz yang lain belum berani disimak”. Tuturnya

Di PP. Al-Furqon Tulis meski ia sudah memiliki hafalan bahkan sampai khatam, tetap saja sistem pembelajaran yang diterapkan sama seperti santri baru pada umumnya, tahap demi tahap ia lewati sebelum bisa menyetorkan hafalannya. Dimulai dari Tahsin terlebih dahulu, hingga berusaha mendapatkan tanda tangan pengasuh Ibu Nyai Hj. Maskanah Zulfa Al-Hafidzoh agar bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Setelah lulus dari tahap Tahsin, ia melanjutkan setoran hafalan dengan disetorkan langsung kepada pengasuh Ibu Nyai Hj. Maskanah Zulfa Al Hafidzoh dan Ustadzah Hj. Maryam Shofa M.S.I. Al Hafidzoh, dengan kriteria penilaian tidak boleh ada kesalahan lebih dari 5 di setiap juz yang disetorkan.

Tentunya keberhasilan tersebut tidak diperoleh dengan mudah, banyak perjuangan dan pengorbanan yang ia lakukan untuk mencapai hasil yang memuaskan, terlebih lagi hal yang ia perjuangkan adalah firman Allah yang istimewa, karena tidak sembarang orang bisa melakukannya, hanya hamba-hamba terpilihlah yang Allah percayai untuk menjadi anggota khusus penjaga dan penghafal al-Qur’an.

Dari mulai pertama mondok sampai sekarang ia melakukan puasa Daud sebagai bentuk ikhtiarnya agar bisa belajar menahan nafsu sekaligus agar untuk selalu fokus muroja’ah (mengulang kembali atau melancarkan) hafalannya, selain itu ia juga harus bangun dini hari sekitar pukul 03.00 WIB untuk menyetorkan hafalannya kepada pengasuh.

“Setiap hari pokoknya harus nderes, karena menurutku klo ndak nderes nanti hilang”. Terangnya ketika ditanya mengenai motivasinya dalam melancarkan al-Qur’an.

Seperti kata pepatah hasil tidak akan menghianati usaha, pada akhirnya ia bisa membuktikan bahwa ia berhasil menyelesaikan ujian seleksi 30 juz pada Selalu (18/07) lalu, walhamdulillah dinyatakan LULUS dengan kriteria Mumtaz.

DOKUMENTASI:

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
× Hubungi Admin Yuk!