Seperempat Abad (25 Tahun) AlFurqon : Pembukaan Majelis Simaan Quran 30 juz bil hifdzi

0
772

ALFURQONTULIS.COM. Suasana rintik-rintik merdu menghiasi langit Kudus, terlebih di Pondok Pesantren AlFurqon Tulis Kudus. Di iringi gerimis, seluruh santri dan asatidz beserta pengasuh pondok pesantren AlFurqon Tulis Kudus mengadakan peringatan dan syukuran Hari Lahir Pondok Pesantren AlFurqon Tulis yang ke-25 tahun.

Syukuran ini diisi dengan majelis sima’an Quran bil hifdzi, pada hari Sabtu-Ahad, 16-17 Desember 2017 di lingkungan pondok pesantren.

Rangkaian acara di buka, ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng khas Kudus, tepat setelah sholat subuh pada tanggal 16 Desember 2017.

Pembukaan di hadiri segenap keluarga pengasuh, asatidz, santri dan seluruh staff beserta karyawan.

Suasana haru tidak terelakkan. KH. Abdul Bashir Muchtar, MA selaku pengasuh Pondok Pesantren AlFurqon Tulis menuturkan, “Acara Seperempat Abad (1/4 Abad) Al-Furqon ini adalah buah perjuangan kita bersama dalam membumikan AlQuran”.

Beliau juga menuturkan, “Perjuangan untuk mencetak para penghafal Al-Quran, para hafidz dan hafidzoh harus terus dilakukan, karena Qur’an adalah kunci hidup kita. Kalau kita sudah punya Qur’an, maka apapun dapat Kamu raih”.

Pembukaan tersebut dinilai sukses dan lancar, di mulai dengan makan nasi tumpeng bersama, baik ustadz pengasuh dan santri. Setelah itu dilanjutkan dengan majelis sima’an AlQuran, di mulai dengan membaca juz 1 bil hifdzi dengan bacaan Tartil dan pelan.

Menurut rencana, pada hari Sabtu 16 Desember 2017, akan dibaca 15 juz, sedangkan 15 juz selanjutkan dibaca pada hari Ahad dan di lanjutkan dengan majelis Khotmil Quran pada hari Ahad 17 Desember 2017.

Hj. Maskanah Zulfa, selaku pengasuh pesantren menuturkan, “InsyaAlloh majelis Qur’an ini akan sangat bermanfaat bagi kita, bagi santri dan bagi semua. Pada hari Ahad nanti majelis akan di tutup dengan pengajian Akbar, Khotmil Qur’an dan Maulidur Rosul bersama Gus Apang, dari kudus pada jam 19.30-22.00 WIB di masjid dan halaman Pondok Pesantren”.

Gus Farid Anshori menambahkan, “Bacaan Qur’an oleh santri putra, santri putri, ustadz dan ustadzah akan menjadi Syiar Qur’an dari bumi Kudus”.

“Alhamdulillah kita sudah memasuki 1/4 abad, mari kita syukuri dengan kebaikan-kebaikan”, ujar beliau.

Sampai berita ini diturunkan, majelis simaan masih berjalan dan sudah memasuki juz 7 dengan suara merdu dan Tartil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here