Ramah Tamah Penerimaan Santri Baru 1439 H/2018 M

0
252
penerimaan santri

ALFURQONTULIS.COM, Pada tanggal 4 Juli 2018, telah dilakukan ramah tamah bersama orangtua wali sekaligus penyerahan santri baru Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis tahun ajaran 1439 H/2018 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid AlFurqon dipimpin langsung oleh Pengasuh beliau, KH. Abdul Bashir Muchtar, MA, dan Hj. Maskanah Zulfa.

Kegiatan tersebut dihadiri segenap asatidz dan dewan pengurus, serta wali santri. Tidak hanya berasal dari kota kudus sendiri, santri yang mendaftar pada periode tersebut datang dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan terjauh berasal dari luar pulau jawa.

Suasana ramah tamah tersebut berlangsung lancar dan baik. Banyak pesan yang disampaikan pengasuh kepada hadirin.

“Dalam memondokkan anak, haruslah dilakukan dengan ikhlas, niat karena Allah Ta’ala, dan harus TITIP”, Ujar Pengasuh Hj.Maskanah Zulfa.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah “TITIP”.

“TITIP berarti ada 5 hal yang harus dipegang. T pertama disebut dengan Tega, orangtua haruslah tega. I kedua disebut dengan Ikhlas, T ketiga disebut dengan Tawakal, I keempat disebut dengan Ikhtiar, dan P kelima disebut dengan Percaya kepada pondok”, Hj. Maskanah Zulfa menambahkan.

Beliau juga menceritakan bahwa menaati peraturan pondok sangatlah penting, dan peraturan apapun tidak dapat dibeli dan ditolelir.

“Bapak ibu sekalian, Dahulu pernah ada walisantri yang memondokkan anaknya disini. Kemudian meminta untuk tidak mengikuti peraturan. Walisantri tersebut kemudian menawarkan bantuan finansial untuk “membeli” kelonggaran peraturan tersebut. Namun, kami tegaskan. Peraturan yang telah kami buat tidak dapat dibeli dengan apapun. Tidak dapat ditolelir dan berlaku untuk semua santri. Tujuannya adalah untuk mendidik para santri. Jangan sampai Santri salah terdidik dan justru mempunyai akhlak kurang baik”, demikian Hj. Maskanah Zulfa menambahkan.

Selesai kegiatan, dilanjutkan dengan makan bersama segenap walisantri dan menyerahkan putra-putri mereka, serta menata barang bawaan di kamar yang telah dibagi dan disediakan. Isak tangis tidak tertahankan dari santri baru terutama yang berusia SD/MI dan SMP/MTs. Hal itu menjadi cerita indah kelak apabila telah selesai menghafalkan AlQuran. (NH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here